HEBOH! Isu Abu Janda Jadi Wakil Menteri Agama, Masuk Lewat Pintu Dapur Kertanegara? Cek Faktanya!

AKURAT BANTEN-Jagat media sosial kembali diguncang oleh rumor politik yang cukup menyengat. Kali ini, nama pegiat media sosial kontroversial, Permadi Arya alias Abu Janda, mendadak dikaitkan dengan posisi strategis di kabinet pemerintahan, yakni sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag).
Isu ini mencuat setelah tayang disebuah akun Youtube @DodiSefriadi rekaman video singkat yang telah dilihat 103 ribu kali, dan mendapat like Netizen 1,9 ribu kali, memperlihatkan kedekatan sang influencer dengan Presiden Prabowo Subianto.
Benarkah kabar burung tersebut, atau sekadar strategi framing di media sosial?
Baca Juga: Prabowo Panggil Mendadak Luhut dan Chatib Basri ke Istana, Ada Sinyal Darurat Apa?
Jejak Digital Pertemuan Rahasia di Kertanegara
Spekulasi liar di kalangan netizen ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Isu ini kembali memanas setelah sebuah video lama kembali viral dengan narasi "Lengah dikit Abu Janda jadi Wakil Menteri Agama".
Menariknya, Abu Janda sendiri yang membongkar jejak digital pertemuan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, ia blak-blakan mengaku diundang oleh Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara secara sembunyi-sembunyi.
"Dipanggil Pak Prabowo ke Kertanegara tapi disuruh masuk dari pintu belakang lewat dapur supaya enggak kelihatan wartawan, tulis Abu Janda dalam keterangan videonya.
Pertemuan lewat "pintu dapur" ini sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Banyak pihak berspekulasi bahwa ada kedekatan khusus atau lobi politik tertentu yang sedang dibangun di balik layar, jauh dari engsel kamera jurnalis.
Gagal Jadi Wamenag, Ditugaskan Urus Intoleransi?
Meskipun narasi di media sosial menyebut dirinya sebagai calon Wamenag, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Dalam klaim lanjutannya, Abu Janda menyebut bahwa Prabowo meminta dirinya untuk tetap fokus pada isu yang selama ini ia suarakan, yaitu melawan intoleransi.
Dalam unggahannya, Abu Janda menuliskan dialog yang diklaim sebagai arahan dari Prabowo: "Kata Bapak: Mas Permadi tetap fokus urusin masalah intoleransi aja ya. Kalau jadi wamen nanti siapa yang bantu jemaat yang dibubarkan ibadahnya? Siap Pak Presiden!"
Namun, penugasan informal ini justru memicu polemik baru.
Kritik tajam datang dari netizen yang menilai aksi-aksi Abu Janda di media sosial sering kali justru memicu provokasi dan memperkeruh suasana antarumat beragama, bukannya meredam intoleransi.
Dari Isu Wamenag hingga Rumor Komisaris BUMN
Gelombang penolakan dari masyarakat terhadap figur Abu Janda tampaknya menjadi batu sandungan besar bagi dirinya untuk masuk ke dalam lingkaran resmi pemerintahan.
Sebelum isu Wakil Menteri Agama mencuat, publik juga sempat dihebohkan dengan rumor pengangkatan Permadi Arya sebagai Komisaris di PT Jasa Marga.
Kabar tersebut langsung memancing reaksi keras karena Jasa Marga merupakan lembaga vital negara yang mengurus infrastruktur strategis.
Netizen khawatir jika jabatan profesional diisi oleh aktor politik atau buzzer.
Kendati demikian, pihak PT Jasa Marga segera memberikan klarifikasi resmi dan membantah kebenaran berita pengangkatan tersebut.
Banyak pengamat media sosial menilai, nasib Abu Janda berbeda dengan rekan seoperasionalnya, Ade Armando, yang berhasil menduduki jabatan Komisaris di PT PLN Nusantara Power.
Kuatnya resistensi dan rekam jejak digital Abu Janda yang dinilai terlalu polarisasi disinyalir menjadi alasan mengapa posisi resmi di pemerintahan atau BUMN sulit ia rengkuh.
Baca Juga: Dilantik Prabowo, Said Iqbal Siap Bongkar Masalah Buruh dan Ketimpangan Ekonomi
Fenomena "Kebal Hukum" dan Keberpihakan Politik
Narasi pertemuan rahasia di Kertanegara ini akhirnya dipakai oleh sebagian netizen untuk menjawab teka-teki besar yang selama ini berkembang: mengapa Abu Janda seolah "kebal hukum" dari berbagai pelaporan yang mengarah kepadanya?
Kedekatannya dengan tokoh-tokoh kunci di lingkaran kekuasaan dianggap sebagai tameng politik yang kuat.
Selain itu, sikap politik Abu Janda yang belakangan kerap melakukan framing negatif terhadap tokoh-tokoh yang vokal membela Palestina—mengingat dirinya dikenal sebagai salah satu pendukung Israel di media sosial—semakin menambah daftar panjang kontroversi yang mengelilingi namanya.
Hingga saat ini, kabinet pemerintahan tetap berjalan tanpa nama Permadi Arya di jajaran Kementerian Agama.
Namun, fenomena masuknya relawan dan buzzer politik ke dalam pos-pos strategis negara diprediksi akan tetap menjadi topik hangat yang terus dipantau oleh publik.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








